Menjelang tahun baru 2019, kami sekeluarga pergi ke Bali. Bali sebuah pulau yang indah dan amat kaya budayanya. Saya sungguh gembira saat itu. Saya dan kakak dan abang saya menyiapkan koper-koper kami. Koper kami berisi pakaian pantai, baju berenang dan baju ringan lainnya. Hari itu pun tiba, ayah dan ibu saya memutuskan pergi ke Bali. Kami ke Bali dengan menggunakan mobil. Ayah saya menyetir sendiri mobil. Sesekali dibanti ibu saya.Seru sekali perjalanan kami. Kami melihat sawah-sawah di samping jalan tol yang kami lalui. Perjalanan kami tidak langsung ke Bali, tapi kami singgah dahulu ke Surabaya. Sengaja kami menginap di hotel Santika Gubeng semalam. Esoknya kami menjenguk eyang putri, ibu dari ayah saya yang tinggal di Surabaya. Eyang putri hidup bersama anak bungsu beliau yang belum menikah. Siang harinya kami berpamitan. Kami menuju ke pulau Bali. Kami melewati tol ke arah kota Banyuwangi. Sampai di pelabuhan Ketapang Banyuwangi kami sudah disambut dengan kapal f...
Di Yogyakarta ada cerita tentang Warga Mengelilingi Beteng di cerita ini. Ribuan warga dan sekitarnya menjalani kegiatan "tapa mbisu mubeng Beteng", berjalan kaki dengan membisu berkeliling beteng kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kegiatan ini untuk menyabut tahun baru Jawa 1 Sura, Kamis, 10 Januari 2008 tepat pukul 00.00 WIB. Kegiatan tersebut dimulai dari kebun kraton dilepas oleh pengageng kawedanan panitipura kraton, Joyo Kusumo. Ia Adalah adik Sri Sultan Hamengku Buwono X. Saat memimpin upacara pemberangkatan, Joyokusumo meminta agar para peserta memanjatkkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia diberikan keselamat dan kesejahteraan serta dihindarkan dari bencana. Itulah cerita Warga Mengelilingi Beteng